Senin, 26 November 2012

TULISAN 3 - Generasi Muda Kini Mulai Ber-UKM


Nama             :           Indah Restu Anjani
NPM               :           13211571
Kelas              :           2EA17
Mat-Kul         :           SoftSkill - Ekonomi Koperasi

“Generasi Muda Kini Mulai Ber-UKM”

Generasi muda ber-UKM ? Gak usah bingung, kini banyak kok diantara generasi muda seperti kita ini sudah mulai berjualan kecil-kecilan yaaahhhh bisa dikatakan juga UKM kan ? :D Kan termasuk usaha kecil dan menengah.

Saat ini kan teknologi sudah canggih, pasti kita setidaknya sudah mempunyai jejaring sosial, smartphone, dan media sosial / media elektronika lainnya. Nah... kini sudah mulai banyak generasi muda yang berbisnis secara online shop.

Yaaapppp... saat ini online shop tengah menjamur dimana-mana, karena kemudahan dalam mempromosikan produk ataupun jenis barang yang akan dijual dengan teknologi masa kini.
Misalnya saja dengan smartphone, di smartphone kita bisa membuat suatu group yang bisa difungsikan untuk alat kita berbisnis. Setelah membuat group, kita bisa meng-invite contact teman-teman kita agar join di group yang telah kita buat. Dengan group itulah kita bisa men-share picture-picture dari produk / barang yang kita jual beserta keterangan dariproduk tersebut dan harga dari produk tersebut, misalnya saja berbisnis baju, sepatu, tas, accessories, dan masih banyak lainnya secara online shop. Lumayan kan dengan ber-online shop kita bisa mendapat tambahan untuk uang saku kita :D hehehe...

Memang kedengarannya sih mudah-mudah saja, akan tetapi pada kenyataannya sulit juga menjalankan bisnis online shop -__________-“

Minggu, 25 November 2012

TUGAS 3 - “Sudahkan UKM Menjadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia ?”


Nama             :           Indah Restu Anjani
NPM               :           13211571
Kelas              :           2EA17
Mat-Kul         :           Softskill - Ekonomi Koperasi

“Sudahkan UKM Menjadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia ?”

Dari beberapa referensi yang saya baca, mayoritas menyatakan bahwa UKM BELUM menjadi motor pertumbuhan Ekonomi di Indonesia.

Pernah mendengar kata-kata KUR ? Yaap benar..... KUR merupakan Kredit Usaha Rakyat yang berarti bahwa kini masyarakat luas yang ingin membentuk usaha baru atau para pemilik UKM dibidang usaha yang produktif yang layak namun belum BANKABLE , bisa mengajukan kredit untuk membuat usaha baru khususnya UKM dengan plafond kredit sampai dengan Rp. 500.000.000,- yang dijamin oleh perusahaan penjaminan. Akan tetapi pada realisasinya pemerintah masih belum memberikan jalan untuk mempemudah akses pembuatan usaha baru atau untuk memajukan UKM yang telah ada.

Kalian masih ingat kan dengan krisis multidimensi (krisis moneter) pada tahun 1997 - 1998 lalu ,usaha kecil telah terbukti mampu mempertahankan kelangsungan usahanya ,bahkan memainkan fungsi penyelamatan di beberapa sub-sektor kegiatan. Bukti tersebut paling tidak telah menumbuhkan sebuah optimisme baru bagi sebagian besar orang yang menguasai sebagian kecil sumber daya akan kemampuannya untuk menjadi motor pertumbuhan bagi pemulihan ekonomi.

Tapi ada saja hambatan bagi Usaha Kecil untuk menjadi Motor Pertumbuhan Ekonomi, bisa dibilang bahwa masalah mendasar yang membatasi ekspansi usaha kecil yaitu realitas bahwa produktivitasnya sampai saat ini masih rendah, dikarenakan kurangnya tenaga kerja, kurangnya tenaga kerja bukan karena sedikitnya tenaga kerja yang ada, akan tetapi karena keterbatasan biaya untuk membayar upah / gaji tenaga kerja tersebut & sedikitnya tenaga kerja yang mempunyai keterampilan yang dibutuhkan. Secara keseluruhan perbandingan tenaga kerja untuk usaha kecil hanya sekitar seper duaratus (1/200) kali tenaga kerja untuk usaha besar.

Namun pengalaman Indonesia pada masa krisis menunjukan, bahwa yang terjadi sebaliknya dengan demikian dalam suasana krisis masih sangat sulit mengharapkan sektor industri kecil kita untuk diharapkan menjadi motor pertumbuhan untuk pemulihan ekonomi.
Hambatan untuk meningkatkan produktivitas usaha kecil mikro tidak terlepas dari kemampuan mengadopsi teknologi termasuk untuk alih usaha, alih kegiatan, alih komoditas. Karena selama ini meskipun mereka telah mengalami transformasi dari sektor pertanian ke non pertanian namun tetap dalam papan bawah.

Apabila keadaan ini tidak dapat didobrak, maka yang terjadi adalah apapun program yang dicurahkan bagi pengembangan usaha mikro  TIDAK BERHASIL  meningkatkan nilai tambah, kalaupun  berhasil nilai tambah tersebut diserap oleh sektor lain yang menyediakan input / jasa pendukung bagi usaha mikro. Gambaran tersebut mengindikasikan bahwa industri kecil / UKM tidak dapat memikul harapan yang terlampau besar untuk menjadi motor pertumbuhan.

Jadi kesimpulannya yaitu : UKM PADA REALISASINYA BELUM MENJADI MOTOR PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA, KARENA POPULASI TERBESAR ADALAH USAHA MIKRO YANG PADA INTINYA HANYA BERSIFAT SUB-SISTEN.

REFERENSI :