Sabtu, 22 November 2014

MARKETING RESEARCH (RISET PEMASARAN)



Salah satu bisnis yang saat ini sedang “naik daun” adalah bidang riset pemasaran (marketing research). Hal ini disebabkan keadaan pasar yang selalu dinamis menuntut para pelaku pasar untuk selalu melakukan riset. Dengan marketing research, kita dapat menyelidiki posisi merek kita di pasar, mengetahui selera atau kepuasan konsumen, ataupun mengurangi risiko kegagalan ketika mengeluarkan produk baru.

Market Research terdahulu menyatakan bahwa tingkat pembelian tergantung dari household expenditures. Namun, sekarang hal tersebut tidak dapat menjadi patokan lagi. Semakin bervariasinya jenis produk dan tingkat kemampuan beli yang beragam dari para konsumen menjadikan riset pemasaran semakin diperlukan.

Perkembangan marketing research tidak hanya dari sisi pasarnya, dari sisi metode riset yang digunakannya pun ikut berkembang. Sejak internet telah menjadi bagian dari aktivitas kehidupan sehari-hari, online survey telah menjadi tren bagi semua biro riset global. Sekarang perkembangan mutakhir dalam metode riset pemasaran adalah apa yang dikenal dengan etnografi.

Etnografi adalah metode riset yang menggunakan observasi langsung terhadap kegiatan manusia dalam konteks sosial dan budaya sehari-hari. Etnografi berusaha mengetahui kekuatan-kekuatan apa saja yang membuat manusia melakukan sesuatu. Karena alasan itulah metode etnografi ini mulai dilirik dunia bisnis riset konsumen untuk membantu mengungkapkan keinginan konsumen terdalam yang sering tidak bisa didapatkan dari metode riset konsumen lainnya seperti survei atau focus group.

Baik di tingkat global maupun nasional, industri jasa di bidang riset pemasaran terus berkembang seiring dengan semakin tingginya kompetisi pasar dewasa ini.

Berdasarkan data dari Esomar yang dimuat di Marketing News edisi Juli 2008, pasar global untuk marketing research tumbuh 5%; dari 23,43 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2005 menjadi 24,62 miliar dolar AS.

Lebih lanjut, data tersebut mencatat 10 negara yang memiliki belanja riset pemasaran terbesar dengan menguasai hampir 80% dari total global marketing research. Dari 10 top negara tersebut, Amerika Serikat mencatat sebagai pembelanja riset pemasaran terbesar yang nilainya pada tahun 2006 mencapai 8,23 miliar dolar AS. Kemudian pada tahun 2007, nilainya meningkat 6% menjadi 8,6 miliar dolar AS.

Saat ini di Amerika Serikat sendiri terdapat 200-an perusahan riset besar. Dari 200 perusahaan tersebut, terdapat 50 top perusahaan riset yang menguasai 90% pasar di negara itu. The Nielsen Co adalah perusahaan riset dengan revenue terbesar saat ini. Perusahaan yang bermarkas di New York, AS tersebut mencatat penghasilan sebanyak 2,17 miliar dollar AS pada tahun 2007.


Nielsen adalah perusahaan informasi dan media global yang menawarkan jasa ke lebih dari 100 negara dengan jumlah karyawan lebih dari 42.000 orang. Perusahaan ini memiliki 11 unit bisnis yang bergerak di bidang riset, satu di antaranya adalah AC Nielsen yang menawarkan jasa riset kepada perusahaan manufaktur, retailer dan sales agency, serta untuk produk dan jasa. Unit bisnis lainnya adalah Nielsen Media Research yang dikenal dengan pengukuran rating program acara televisi. Kemudian ada Nielsen Mobile, Nielsen Online, Nielsen Entertainment, Media Solution dan lainnya.

Perusahaan riset peraih revenue terbesar kedua adalah IMS Health Inc. Peusahaan yang didirikan pada tahun 1954 lalu ini meraih revenue sebesar 800 juta dolar AS pada tahun 2007. IMS merupakan perusahaan yang memimpin jasa riset di industri farmasi dan alat-alat kesehatan, terutama untuk jasa market intellegent. Selain riset pasar, jasa lain yang ditawarkannya adalah mengukur efektivitas sales force, kemampuan optimalisasi portofolio, dan brand management. Saat ini jasa-jasa tersebut telah ditawarkan ke lebih dari 100 negara.

Selanjutnya, negara pembelanja terbesar kedua untuk kegiatan riset pemasaran adalah Inggris, nilainya 2,37 miliar dolar AS pada tahun 2006. Kemudian Perancis dengan pangsa sebesar 2,21 miliar dolar AS; dan Jerman sebesar 2,2 miliar dolar AS. Di lingkup negara Eropa, ketiga negara ini memiliki kontribusi hingga 67,8% dari total belanja marketing research di kawasan Eropa yang mencapai 10,6 miliar dolar AS.

Di kawasan Asia Pasifik, Jepang menempati posisi teratas sebagai pasar  marketing research terbesar. Pada tahun 2006, telah membelanjakan untuk kegiatan riset pemasaran sebesar 1,38 miliar dolar AS. Berikutnya adalah China dengan pangsa pasar sebesar 583 juta dolar AS; dan Australia sebesar 532 juta dolar AS.

Kegiatan marketing research juga semakin meningkat di Indonesia. Baik dilakukan secara in-house maupun menggunakan jasa perusahaan riset. Pasarnya pun kini semakin berkembang. Indikasi ini terlihat dengan kian banyaknya perusahaan-perusahaan riset baru yang muncul, juga bertambahnya jumlah perusahaan riset global yang masuk ke Indonesia.

Menurut Fahmy Sadri, praktisi marketing research yang bergabung di salah satu perusahaan riset terkemuka di Indonesia, saat ini diperkirakan ada 50-an perusahaan yang bergerak di bidang riset pemasaran di Indonesia. Mulai dari perusahaan multnasional hingga perusahaan riset pemasaran lokal ukuran kecil. Saat ini, tercatat tidak kurang dari 12 perusahaan riset global telah masuk ke Indonesia.

”Pada tahun 2008, pangsa pasar kegiatan marketing research di dalam negeri diperkirakan tumbuh sekitar 20 persen. Pada kenyataannya, sekarang banyak perusahaan riset yang overload,” jelasnya. Perkiraan ini hanya menghitung riset di bidang pemasaran saja. Apabila dihitung juga dengan riset Pilkada yang sekarang sedang marak dilakukan, maka pertumbuhan pasar riset di Indonesia bisa lebih besar lagi. 


SUMBER       :           http://www.marketing.co.id/perkembangan-global-marketing-research/



CONTOH (STUDI KASUS) PASAR DOMESTIK & PASAR GLOBAL

CONTOH PERUSAHAAN
(PASAR DOMESTIK)


Garuda Indonesia (IDX: GIAA) (PT Garuda Indonesa (Persero) Tbk) adalah Maskapai penerbangan nasional Indonesia. Garuda adalah nama burung mitos dalam legenda pewayangan. Sejak Juni 2007, maskapai ini, bersama dengan maskapai Indonesia lainnya,dilarang menerbangi rute Eropa karena alasan keselamatan. Namun, larangan ini dicabut dua tahun kemudian, tahun 2009. Setahun sebelumnya, maskapai ini telah menerima sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari IATA, yang berarti bahwa Garuda telah seluruhnya memenuhi standar keselamatan penerbangan Internasional. Garuda masuk dalam daftar maskapai bintang empat dari Skytrax, yang berarti memiliki kinerjadan pelayanan yang bagus. 
Tahun 2014 Garuda akan bergabung dengan aliansi penerbangan SkyTeam. Pada 2012,Garuda Indonesia mendapat penghargaan Best International Airline di antara maskapai-maskapai kelas dunia lainnya dengan 91 persen penumpang menyatakan sangat puasdengan pelayanan maskapai ini. Garuda juga merupakan sponsor  SEA Games 2011dantelah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Liverpool FC Inggris. Pada tahun2013 Garuda Indonesia mendapatkan penghargaan "World Best Economic Class" dan"World Best Economic Seat Class". Garuda Indonesia menepati posisi ke 8 sebagaimaskapai penerbanganterbaik versi Skytrax. Bulan Agustus Garuda Indonesia akanmembuka rute baru ke Papua Nugini
 Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda_Indonesia

Segmentasi Pasar Garuda Indonesia :
Garuda Indonesia memiliki beberapa program untuk mendukung penjualan dan pemasarannya. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepuasan danloyalitas konsumen, yaitu:
- Program Promosi Mereka mempunyai program promosi untuk menghasilkan keuntungan sertamenghasilkan pendapatan tambahan dengan jaringan domestik yang kuat untukterus meningkatkan pangsa pasar domestik dan internasional bagi usahawan, perorangan, wisatawan dan kargo termasuk penerbangan borongan.
- Layanan Konsumen Sistem pelayanan Garuda Indonesia pada pelanggan yaitu memberikan kepuasankepada pengguna jasa yang terpadu dengan industri lainnya melalui pengelolaansecara profesional dan didukung oleh sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi tinggi.


PEMASARAN GARUDA INDONESIA Pada Pasar Domestik :
(Studi Kasus : Rute Jakarta-Denpasar)
Rute penerbangan Jakarta - Denpasar mcrupakan rute penerbangan yangmemberikan kontribusi revenue dan mempunyai pangsa pasar yang bcsar pada pasar domestik. Namun, mulai tahun 1991 - 1994, pangsa pasar Garuda pada ruteini semakin menurun, dimana pertumbuhan pasarnya lebih rendah dari pada pertumbuhan pasar keseluruhan. Padahal, pesaing potensial Garuda, yaitu, perusahaan "SG" dapat meraih pangsa pasar yang semakin meningkat dari tahun1991 sampai dcngan tahun 1994. Hal ini disebabkan karena strategi yangditerapkan oleh "SG" relatif lebih inovatif dan agresif bila dibandingkan denganstrategi Garuda. Apabila Garuda tidak menyusun strategi pemasaran yang tepat,maka diperkirakan untuk niasa datang pangsa pasar Garuda pada rute ini akansemakin menurun.Karya akhir ini mengambil topik tentang peramusan strategi pemasaran PT.Garuda Indonesia untuk rute Jakarta - Denpasar. Langkah-Iangkah dalammenentukan usulan strategi tersebut adalah berupa analisa karakteristik rutcJakarta - Denpasar, analisa lingkungan eksternal dan internal, analisa posisistrategik rute Jakarta - Denpasar, penentuan strategi utama, penentuan target pasar, dan perumusan strategi bauran pemasaran.Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka sasaran strategi yang disarankan

untuk rute ini adalah mempertahankan pangsa pasar dan posisi sebagai pemimpin pasar.Untuk mencapai sasaran tersebut, maka terdapat beberapa alternatif strategi yangdapat dilakukan, yaitu sebagai berikut:
• meningkatkan kualitas produk 
• meningkatkan difcrensiasi produk 
• meningkatkan usaha promosi
• menentukan harga yang bcrsaing
 Strategi pemasaran yang dilakukan adalah Strategi pemasaran total, yaitu Garudamelayani semua segmen pasar yang ada, baik penumpang dengan tujuan bisnis, penumpang dengan tujuan wisatawan, maupun penumpang dengan tujuan pribadi.Strategi tersebut kemudian dijabarkan ke dalam strategi bauran pemasaran, yangmeliputi strategi produk, strategi harga, strategi distribusi dan strategi promosi.



Perdagangan domestik melibatkan kegiatan niaga di dalam negeri suatu wilayah dan biasanya menggunakan mata uang negara yang bersangkutan. Aktivitas perniagaannya dilindungi Undang-Undang Perdagangan negara yg bersangkutan.
Contoh aktivitasnya, pedagang sapi Madura bertransaksi dengan pembeli dari Aceh.

Berbeda dengan pasar global, kegiatan niaganya melibatkan dua pihak atau lebih, dan bersifat lintas negara. Konsekuensinya, mata uang yg digunakan pun mata uang yg diterima luas secara internasional (berurutan dari US Dollar, Euro, Pounsterling UK, Yen Jepang, Franc Swiss, Renminbi China), berdasarkan kesepakatan pihak yg bertransaksi. Undang-undang yg melindungi kegiatan perdagangan global meliputi Undang-undang perdagangan Internasional (diatur oleh WTO) dan Undang-undang perdagangan masing-masing negara.
Contoh aktivitasnya, kita membeli barang Online lewat situs www.amazon.com

Segmentasi Pasar Global
Segmentasi Pasar adalah membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yangg mungkin menghendaki bauran produk atau pemasar yang terpisah.
1.Pemasaran Massal (Mass Marketing): penjual memproduksi, mendistribusi- kan, dan mempromosikan secara massal sebuah produk kepada seluruh pembeli.Pemasar tersebut menciptakan pasar potensial terbesar, biaya paling rendah, harga lebih rendah atau marjin yang lebih tinggi.
2. Pemasaran Segmen : Peursahaan menyadari bahwa pembeli berbeda dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku pembelian. Perusahaan mengisolasi segmen yang lebar yang membentuk suatu pasar dan mengadaptasi apa yang ditawarkannya agar lebih mendekati kebutuhan satu atau beberapa segmen.
3.Pemasaran Ceruk Berfokus pada subgrup di dalam segmen-segmen diatas. Suatu ceruk adalah suatu grup yang didefinisikan dengan lebih sempit, biasanya diidentifikasi dengan memilah suatu segmen menjadi beberapa subsegmen

4.Pemasaran Mikro : Praktik penyesuaian produk dan program pemasar agak cocok dengan citarasa individu atau lokasi tertentu.

Sumber           : http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran_global



Pengambilan Keputusan Dalam Kondisi Tidak Pasti (PART 1)

      


 Keputusan dalam kondisi ketidakpastian
Adalah suatu keadaan dimana kita tidak dapat menentukan keputusan karena belum pernah terjadi sebelumnya (pertama kali). Dalam keadaan ini kita perlu mengumpulkan informasi sebanyak-banyak tentang suatu pemasalahan.
Dengan informasi tersebut maka dapat dibuat beberapa alternatif-alternatif keputusan sehingga dapat diketahui nilai probabilitasnya.
Dengan diperolehnya nilai probabilitas baik berdasarkan informasi yang anda peroleh maupun berdasarkan pendapat anda secara subjektif.
Pohon keputusan (decision tree) bisa dipergunakan untuk memecahkan persoalan dalam ketidakpastian.

Dalam kondisi ini, terjadi hal-hal sebagai berikut           :
a)    Tidak diketahui sama sekali hal jumlah kondisi yang mungkin timbul serta kemungkinan-kemungkinan munculnya kondisi itu.
b)    Pengambil keputusan tidak dapat menentukan probabilitas terjadinya sebagai kondisi / hasil yang keluar.
c)     Yang diketahui hanyalah kemungkinan hasil dari suatu tindakan tetapi tidak dapat diprediksi seberapa besar probabilitas setiap hasil tersebut.
d)   Pengambilan keputusan tidak mempunyai pengetahuan / informasi lengkap mengenai peluang terjadinya bermacam-macam.
e)    Hal yang akan diputuskan biasanya relatif belum pernah terjadi.
f)      Tingkat ketidakpastian keputusan semacam ini dapat dikurangi dengan beberapa cara, antara lain :

  • Mencari informasi lebih banyak
  • Melalui riset / penelitian
  • Penggunaan probabilitas subjektif



 Bagaimana menyelesaikan pengambilan keputusan dalam kondisi ketidakpastian, berdasarkan kriteria berikut          :

a.     MaxiMax
Pada kriteria maximax ini pengambilan keputusan dianggap sangat optimis, yaitu dipilihnya hasil-hasil terbesar dari alternatif-alternatif yang memberikan hasil maxsimal dalam berbagai keadaan secara ilmiah.

Kriteria maximax ini adalah kriteria yang tidak valid, karena hanya mempertimbangkan hasil  yang paling optimistik dan mengabaikan semua keadaan yang mungkin,  pay off , dan  probabilitas yang lainya.


b.     MiniMax

Kriteria untuk menghindari penyesalan yang timbul setelah memilih keputusan yang meminimumkan maksimum penyesalan / keputusan yang menghindari kekecewaan terbesar, atau memilih nilai minimum dari regret maksimum dimana:


Jumlah regret / opportunity loss = Pay off max – pay off alternatif pada peristiwa tertentu

c.      MaxiMin
Pada kriteria ini, pengambilan keputusan dianggap pesimis atau konservasi tentang masa depan. Menurut kriteria ini hasil terkecil untuk setiap alternatif dibandingkan dengan alternatif yang menghasilkan nilai maksimal dari hasil minimal yang dipilih atau memilih alternatif yang minimal paling besar.

Kriteria ini disebut juga kriteria Wald, untuk menghormati penemuannya Abraham Wald. Pada kriteria ini, pengambilan keputusan mungkin mengabaikan probabilitas-probabilitas signifikan bahwa hasil yang diperoleh dapat lebih besar.

d.     LaPlace
Kriteria ini disebut juga kriteria equal likelihood.
Menurut kriteria ini, pengambilan keputusan mengasumsikan  bahwa probabilitas  terjadinya berbagai kondisi adalah sama besarnya. Pada kriteria ini, pengambilan keputusan – keputusan tidak dapat menetukan / mengetahui probabilitas terjadinya berhagai hasil, sehingga diasumsikan bahwa semua peristiwa mempunyai kemungkinan sama untuk terjadinya atau setiap hasil memiliki probabilitas yang sama. Hasil yang dipilih adalah hasil yang memiliki nilai tertimbang tertinggi.

e.     Realisme
Kriteria realisme dikenal juga sebagai kriteria Hurwicz, untuk menghormati penemuan Leonid Hurwicz. Kriteria ini merupakan kriteria anatara maximam dan maximin, anatar optimis dan pesimis. Pengambilan keputusan yang tepat biasnya memperlihat kan suatu antara optimisme.
Pada kriteria ini terdapat koefisien optimis, biasnya dismbulkan dengan”a” yaiti sekala untuk mengukur tingkat optimisme dari pengambilan keputusan. Nilainya berkisar dari 0 sampai 1 (0≤ a ≤1 ) dimana:

Untuk   a      = 0, menunjukan pesimisme sempurna ;
Untuk   a      = 1, menunjukan pesimisme secara total;
Untuk   a      = a, menunjukan sebagai koefisien pesimisme.



Berikut ini tabel berisikan nilai Pay Off peningkatan kapasitas produksi perusahaan rekaman & kaset (Pay Off dinyatakan sebagai laba sepanjang 5 tahun mendatang)        :


Alternatif Keputusan
Prospek Permintaan
Tinggi
Sedang
Rendah
Gagal

Perluasan Pabrik Lama


500 juta

250 juta

-250 juta

-450 juta

Bangun Pabrik Baru


700 juta

300 juta

-400 juta

-800 juta

Sub. Kontrak


300 juta

150 juta

-25 juta

-100 juta

Pertanyaan           :
a)   Dengan kriteria MaxiMax, keputusan apa yang diambil ?
Jawab            :

Pay Off maksimal untuk setiap 3 rencana keputusan tersebut adalah       :
Alternatif Keputusan
Pay Off Maximum

Perluasan Pabrik Lama

500 Juta

Bangun Pabrik Baru

700 Juta

Sub. Kontrak

300 Juta

Berdasakan kriteria ini, dipilih Bangun Pabrik Baru karena memberikan hasil maksimal dari hasil yang maksimal yaitu 700 Juta.



b)   Dengan kriteria MaxiMin, keputusan apa yang diambil ?
Jawab            :

Pay Off terkecil untuk setiap alternatif adalah     :
Alternatif Keputusan
Pay Off Minimum

Perluasan Pabrik Lama

-450 juta

Bangun Pabrik Baru

-800 juta

Sub. Kontrak

-100 juta
Berdasakan kriteria ini, dipilih Sub. Kontrak karena memberikan hasil maksimal dari hasil yang terkecil / minimal.



c)    Dengan kriteria LaPlace, keputusan apa yang diambil ?
Jawab            :

Ø Perluasan P. Lama = 1/4 (500 juta) + 1/4 (250 juta) + 1/4 (-250 juta) + 1/4 (-450 juta)
                                 = 12,5 juta

Ø Bangun P. Baru        = 1/4 (700 juta) + 1/4 (300 juta) + 1/4 (-400 juta) + 1/4 (-800 juta)
                                   = - 50 juta

Ø Sub. Kontrak             = 1/4 (300 juta) + 1/4 (150 juta) + 1/4 (-25 juta) + 1/4 (-100 juta)
                                     = 81,25 juta

Karena nilai tertimbang Sub. Kontrak yang tertinggi, maka pengambilan keputusan akan memilih Sub. Kontrak.



d)   Dengan kriteria Realisme, keputusan apa yang diambil ?
Jawab            :

Jika a = 0,65
Dalam kasus ini, Pay Off Maksimal & Minimal adalah   :

Keputusan
Pay Off
Maksimal
Minimal

Perluasan Pabrik Lama

500 Juta

-450 juta

Bangun Pabrik Baru

700 Juta

-800 juta

Sub. Kontrak

300 Juta

-100 juta

Ø URPPL               = 500 juta (0,65) + (-450 juta) (0,35) = 167,5 juta
Ø URBPB               = 700 juta (0,65) + (-800 juta) (0,35) = 175 juta
Ø URSub.K            = 300 juta (0,65) + (-100 juta) (0,35) = 160 juta

Karena Bangun Pabrik Baru memiliki ukuran realisme (nilai tertimbang tertinggi), maka pengambil keputusan akan memilih Bangun Pabrik Baru.