Rabu, 06 November 2013

TUGAS 1 - Autobiografi

Nama         :        Indah Restu Anjani
NPM          :        13211571
Kelas          :        3EA17
Mat-Kul     :        Softskill - Perilaku Konsumen

TUGAS 1

“Autobiografi”
Assalammualaikum wr.wb
Sebelumnya saya hanya ingin sedikit sharing antara perbedaan antara biografi dengan auto biografi.
Kalau Autobiografi :  tulisan tentang biodata data diri seseorang, dimana tulisan tersebut dibuat sendiri oleh orang yang bersangkutan.  Perbedaan antara Autobiografi dengan Biografi itu terletak pada cara penulisnnya. Kalau Biografi sendiri ditulis oleh orang lain, sementara Autobiografi ditulis oleh diri sendiri.

Oke !! sekarang mari kita simak autobiografi saya :D

Nama saya Indah Restu Anjani. Saya adalah anak pertama dari pasangan Agus Prasetyo & Sofiyatun. Saya lahir pada tanggal 26 Juli 1993, di salah satu Rumah Sakit di Jakarta. Ayah saya adalah seorang pegawai swasta dan ibu saya adalah ibu rumah tangga. Saya mempunyai seorang adik yang bernama bernama Indra Yudo Prasetyo, kini Ia sudah kelas 3 SMA. Saya dan adik saya hanya selisih umur 3 tahun.

Saya masuk TK saat berumur 5 tahun di TK Pertiwi (Di Jakarta), setelah lulus TK ,saya dan keluarga pindah ke Bekasi hingga sekarang. Kemudian saya melanjutkan sekolah dasar di SDN Aren Jaya 2, menurut saya masa-masa di SD yang menyenangkan itu saat kelas 5 & 6, karena kelas A & B sudah digabung, jadi makin banyak teman...hehe Karena sebelumnya memang dipisah, jadi kalau pagi untuk kelas A ,dan siangnya untuk kelas B, jadwalnya pun bergantian setiap minggunya. Oiya, prestasi saya saat SD bisa dibilang biasa-biasa saja, tapi alhamdulilah masih masuk kategori 10 besar J

Setelah lulus SD, saya memutuskan untuk melanjutkan di SMP Negeri terdekat, yaitu di SMP Negeri 11 Bekasi, yang letaknya memang tidak jauh dari SD saya.
Saat duduk dibangku SMP saya mulai berorganisasi. Awalnya saya di ajak oleh kakak kelas untuk ikut marching band, tapi karena tidak diberi tahu kapan jadwal latihannya, alhasil saya tidak jadi ikut -_____-“
Setelah itu saya mulai ikut kegiatan OSIS dan PMR. Tapi PMR hanya ikut-ikutan teman sih :D hehehe dan itu pun hanya sebentar juga.

Nah, pada saat SMP ini prestasi saya mulai meningkat, alhamdulilah saat kelas 1 SMP saya mendapatkan ranking 3, lalu saat kelas 2 SMP saya mendapatkan ranking 1, kemudian saat kelas 3 mendapatkan ranking 3 (ranking nya turun naek turun gini yaa gak stabil -_-“ hehe)

Oke, ketika lulus SMP, saya langsung mendaftarkan diri di SMA terdekat (lagi-lagi terdekat -_-“ yaa selama ada yang dekat dari rumah),  yaitu di SMA PGRI 1 Bekasi.
Seperti biasa pasti ada MOS kan. Ketika kelas 1 SMA, saya memilih untuk mengikuti kegiatan ekstra kulikuler KIR (Kegiatan Ilmiah Remaja). Yaa memang awalnya saya ingin memilih jurusan IPA. Karena saat tes akademik, saya mendapat kesempatan masuk ke kelas unggulan. Sedikit cerita, kalau kelas unggulan itu memang ditujukan untuk jurusan IPA. Kelas unggulan pun hanya ada 2 kelas. Tetapi setelah kelas 2 SMA ,saya tidak melanjutkan ekskul KIR.

Alhamdulilah saat kelas 1 SMA saya mendapatkan ranking 20 besar (itu saja sudah bersyukur banget -__-“ saingannya berat-berat..hufft *oke semangat belajar kembali terpacu*).
Oiya, waktu kelas 1 SMA itu kebetulan Pak Walikota datang ke sekolah saya, ternyata ada pemilihan anggota Marching Band untuk kota Bekasi. Saat itu kami siswa/i kelas 1 disuruh untuk berbaris di lapangan, dan Pak Walikota berjalan menunjuk siapa saja dari kami yang akan dipilih untuk mengikuti pemilihan anggota Marching Band.

Saat sedang baris, ternyata saya ditunjuk menjadi salah satu pemilihan anggota Marching Band tersebut, dan beberapa teman-teman saya yang lain.

Dari situ, setiap hari Sabtu para siswa/i yang telah terpilih mengikuti latihan Marching Band, mulai dari baris berbaris, hingga memainkan alat-alat Marching Band.

Seru banget, saya jadi bisa bertemu dengan orang-orang baru dari sekolah lain J
Saya mengikuti kegiatan latihan-latihan tersebut. Sayangnya, saat mendekati hari H dimana kami akan tampil untuk pertama kalinya, saya jatuh sakit -________-“ L mungkin karena terlalu lelah latihan untuk prepare tampil (kecapek’an). Dan sejak saat itu saya tidak mengikuti latihan Marching Band lagi.

Oiya, ketika kenaikan kelas ,saya meminta ke ibu saya kalau saya ingin pindah ke kelas reguler saja. Karena saya lebih tertarik ke Ekonomi & Akuntansi, yaa tentu saja kan harus masuk ke jurusan IPS.

Setelah kelas 2 SMA, saya sudah pindah ke kelas reguler (IPS) yaap disini saya mulai belajar tentang akuntansi. Saat semester satu saya mendapat ranking 5, tapi Alhamdulilah ketika semester dua nya saya mendapat ranking 1 :D hehehe

Saat semester dua dikelas 2 SMA, saya mulai mengikuti lomba-lomba dan kegiatan yang berhubungan dengan  ekonomi & akuntansi. Awalnya hanya disuruh ikut-ikut saja , barengan sama kakak kelas juga, eh tapi keterusan ikut seminar dan kegiatan lainnya.

Yaa walaupun selama mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut saya belum pernah juara / menang, setidaknya saya mempunyai pengalaman mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut.

Ketika kelas 3 SMA, kegiatan ekstrakulikuler untuk kelas 3 dihentikan, karena difokuskan untuk menghadapi UN & UAS.

Setelah lulus SMA, saya memutuskan untuk masuk ke Universitas Gunadarma. Disini saya mengambil jurusan Manajemen. Dengan pertimbangan dapat mempelajari bidang ekonomi lebih lanjut, ingin mempelajari bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik dan ingin belajar bagaimana menjadi seorang pengusaha.

Kini saya sudah semester 5, saat ini saya sudah memulai bisnis kecil-kecilan, yaap kini saya menjual berbagai macam pashmina, kerudung dan atribut berhijab lainnya, oiya saya juga menjual aksesoris handphone, seperti power bank, chargeran, softjacket, headphone, dll (tentu saja selain untuk menambah uang saku, tetapi sekalian belajar berjualan, belajar bagaimana menhadapi konsumen dan belajar bagaimana cara mempromosikan produk yang kita jual).


Saya berharap dapat menjadi sarjana tepat waktu, dan dapat mengembangkan usaha saya supaya dapat lebih maju untuk kedepannya J Amien yaa Allah...

Senin, 04 November 2013

TULISAN 6 - PERSEPSI KONSUMEN

Nama         :        Indah Restu Anjani
NPM          :        13211571
Kelas          :        3EA17
Mat-Kul     :        Softskill - Perilaku Konsumen
TULISAN 6
BAB 6
PERSEPSI KONSUMEN

STIMULI PEMASARAN & PERSEPSI KONSUMEN
Stimuli pemasaran adalah setiap komunikasi / stimuli fisik yg didesain untuk mempengaruhi konsumen. Produk & komponennya (kemasan, isi, ciri fisik) adalah stimuli utama. Komunikasi yg didesain untuk mempengaruhi konsumen adalah stimuli tambahan yang mempresentasikan produk (kata-kata, gambar, & simbol) atau melalui stimuli lain seperti harga, tempat penjualan & sales 2. Stimuli lingkungan adalah stimuli fisik yang didesain untuk mempengaruhi keadaan lingkungan.
Faktor kunci yang menentukan persepsi konsumen :
a.     Karakteristik stimulus yg mempengaruhi persepsi : elemen indera & struktural.
b.     Kemampuan konsumen untuk mendeteksi perbedaan dalam suara, cahaya, bau dan stimuli            lainnya.

KARAKTERISTIK STIMULUS yang MEMPENGARUHI PERSEPSI
1.     Sensory mempengaruhi bagaimana suatu produk dirasakan, meliputi faktor : warna, bau, rasa.
2.     Faktor struktural meliputi ukuran iklan, posisi penempatan iklan, warna dan kontras.

KARAKTERISTIK KONSUMEN yang MEMPENGARUHI PERSEPSI
1.  Membedakan stimulus : apakah konsumen bisa merasakan perbedaan antara dua atau lebih stimuli. Apakah konsumen merasakan perbedaan merk berdasarkan rasa, perbaan, harga & bentuk kemasan produk ? Kenyataannya byk konsumen yg bs membedakan merk produk berdasarkan rasa, tp ada jg yg tidak bisa. Shg pemasar sering menggunakan iklan agar konsumen mampu membedakan merk.

2. Tingkat ambang batas (Threshold level). Kemampuan konsumen utk mendeteksi perbedaan suara, cahaya, bau dll ditentukan oleh tingkat ambang batas, meliputi :
1) absolute threshold adl jml rangsangan minimum yg dpt dideteksi oleh indera,
2) differential threshold adl kemampuan sistem indera untuk mendeteksi / membedakan antara dua stimuli.
Ex : harga odol gigi yang belum pernah dibeli konsumen lebih murah 300 daripada harga odol gigi yang biasa dibelinya. Perbedaan harga 300 tdk mempengaruhi konsumen dalam mengubah pilihannya. Tapi jika perbedaan harga 800 maka konsumen bersedia merubah pilihannya.

3. Subliminal perception (persepsi bawah sadar) adalah kemampuan konsumen memberikan tanggapan terhadap stimulus yang berada di bawah kesadaran.
Ex : ketika penonton bioskop sedang menikmati film tiba2x disuguhi dua pesan yang ditayangkan secara cepat sehingga penonton tidak menyadari adanya tayangan pesan tersebut. Tapi, secara mengejutkan penjualan produk tersebut justru meningkat.

4.  Tingkat adaptasi terjadi jika konsumen tidak lagi memperhatikan stimulus yang berulang-ulang.
Ex : ketika konsumen melihat iklan produk dengan diskon 20%, pertama kali konsumen akan tertarik, tapi jika iklan tersebut ditayangkan terus menerus & tidak ada perubhan tingkat potongan harga, konsumen sudah terbiasa & tidak memperhatikan iklan tersebut.

5. Generalisasi stimulus terjadi jika konsumen melihat dua atau lebih stimulus yg mempunyai kesamaan (hubungan yg dekat) dan saling mempengaruhi satu dgn lainnya, shg dpt disubstitusikan. Proses generalisasi sangat dihindari pemasar, karena pemasar berusaha mendiferensiasikan mereknya dengan merek lain. Di pihak lain, pemasar juga mengharapkan generalisasi yang ketika mereka ingin memperkenalkan produk baru, dengan harapan laku terjual seperti produk yang lama. Kebijakan ini dinamakan family branding.
Ex : produsen sirup ABC memperkenalkan produk baru berupa kecap, sambal, saus, sarden.

PROSES PERSEPSI
Proses persepsi melalui tahapan-tahapan sebagai berikut (Desy Arisandy. 2004 : 7):
1.     Penerimaan rangsang - Pada proses ini, individu menerima rangsangan dari berbagai sumber.  Seseorang lebih senang memperhatikan salah satu sumber dibandingkan  dengan sumber lainnya, apabila sumber tersebut mempunyai kedudukan  yang lebih dekat atau lebih menarik baginya. 
2.     Proses menyeleksi rangsang
3.     Setelah rangsang diterima kemudian diseleksi disini akan terlibat proses perhatian. Stimulus itu diseleksi untuk kemudian diproses lebih lanjut. 
4.     Proses pengorganisasian 
5.     Rangsang yang diterima selanjutnya diorganisasikan dalam suatu bentuk 
6.     Proses penafsiran

PERAN EKSPEKTASI pada PERSEPSI

Persepsi adalah sebuah proses saat individu mengatur dan menginterpretasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka. Perilaku individu seringkali didasarkan pada persepsi mereka tentang kenyataan, bukan pada kenyataan itu sendiri.

SEMIOTIS
Semiotics adalah pembahasan dari tanda penawaran itu satu keterangan dari bagaimana orang-orang mengekstrak arti dari perkataan, bunyi dan gambar. Satu pemahaman dari semiotics menolong satu perancang untuk menanamkan pekerjaan dengan referensi yang memperbolehkan mereka untuk mengomunikasikan beberapa lapisan dari keterangan ke satu pembaca.

INFERENSI PERSEPTUAL

Perseptual : kemampuan memahami dan menginterpresentasikan informasi sensori untuk mencarikan makna yang diterima oleh panca indera.

Inferensi : proses yang berasal kesimpulan logis dari premis-premis yang diketahui atau dianggap benar.

Kesimpulan inferensi perseptual adalah tindakan akhir yang sesuai dengan kebenaran informasi yang kita peroleh dari panca indera.

IMPLIKASI PEMASARAN dari INFERENSI PERSEPTUAL
Konsumen cenderung membentuk citra terhadap merek, toko, dan perusahaan didasarkan pada inferensi mereka yg diperoleh dr stimuli pemasaran & lingkungan. Citra : total persepsi trhdp suatu objek, yg dibentuk dgn memproses informasi dr berbagai sumber setiap waktu. Pemasar harus secara konstan mencoba mempengaruhi citra konsumen.

SUMBER:

Senin, 28 Oktober 2013

TULISAN 5 - KEPRIBADIAN DAN GAYA HIDUP

Nama         :        Indah Restu Anjani
NPM          :        13211571
Kelas          :        3EA17
Mat-Kul     :        Softskill - Perilaku Konsumen
TULISAN 5
BAB 5
KEPRIBADIAN dan GAYA HIDUP

KEPRIBADIAN & PERILAKU KONSUMEN

PENGERTIAN KEPRIBADIAN

Kepribadian didefinisikan sebagai ciri-ciri kejiwaan dalam diri yang menentukan dan mencerminkan bagaimana seseorang berespon terhadap lingkungannya. Penekanan dalam definisi ini adalah pada sifat-sifat dalam diri atau sifat-sifat kewajiban yaitu kualitas, sifat, pembawaan, kemampuan mempengaruhi orang dan perangai khusus yang membedakan satu individu dari individu lainnya.
Kepribadian cenderung mempengaruhi pilihan seseorang terhadap produk. Sifat-sifat inilah yang mempengaruhi cara konsumen merespon usaha promosi para pemasar, dan kapan, di mana, dan bagaimana mereka mengkonsumsi produk dan jasa tertentu. Karena itu, identifikasi teerhadap karakteristik kepribadian khusus yang berhubungan dengan perilaku konsumen sangat berguna dalam penyusunan strategi segmentasi pasar perusahaan.

Sifat-sifat Dasar Kepribadian :

1.     Kepribadian mencerminkan perbedaan individu.
Karena karakterisitik dalam diri yang memebentuk kepribadian individu merupakan kombinasi unik berbagai faktor, maka tidak ada dua individu yang betul-betul sama. Kepribadian merupakan konsep yang berguna karena memungkinkan kita untuk menggolongkan konsumen ke dalam berbagai kelompok yang berbeda atas dasar satu atau beberapa sifat.

2.     Kepribadian bersifat konsisten dan bertahan lama.
Suatu kepribadian umumnya sudah terlihat sejak manusia berumur anak-anak, hal ini cenderung akan bertahan secara konsisten membentuk kepribadian ketikakita dewasa. Walaupun para pemasar tidak dapat merubah kepribadian konsumen supaya sesuai dengan produk mereka, jika mereka mengetahui, mereka dapat berusaha menarik perhatian kelompok konsumen yang menjadi target mereka melalui sifat-sifatrelevan yang menjadi karakteristik kepribadian kelompok konsumen yang bersangkutan. Walaupun kepribadian konsumen mungkin konsisten, perilaku konsumsi mereka sering sangat bervariasi karena berbagai faktor psikologis, sosiobudaya, lingkungan, dan situasional yang mempengaruhi perilaku.

3.     Kepribadian dapat berubah.
Kepribadian dapat mengalami perubahan pada berbagai keadaan tertentu. Karena adanya berbagai peristiwa hidup seperti kelahiran, kematian, dan lain sebagainya. Kepribadian seseorang berubah tidak hanya sebagai respon terhadap berbagai peristiwa yang terjadi tiba-tiba, tetapi juga sebagai bagian dari proses menuju ke kedewasaan secara berangsur-angsur.

KARAKTERISTIK PRIBADI yang MEMPENGARUHI PERILAKU

Ø Faktor-faktor Pribadi:

a.    Umur dan Tata Siklus Hidup
b.    Pekerjaan.
c.    Situasi Ekonomi.
d.    Gaya Hidup : Pola hidup seseorang yang tergambarkan pada aktivitas, interest, dan       opinion ( AIO ) orang tersebut.
e.    Kepribadian dan Konsep Diri. ( Kepribadian, sikologis yang membedakan seseorang yang menghasilkan tanggapan secara konsisten dan terus-menerus terhadap lingkungan. Konsep Diri, adalah kepemilikan seseorang dapat menyumbang dan mencerminkan ke identitas diri mereka ).

TEORI-TEORI KEPRIBADIAN
a.     Teori Freud 
Teori ini dibangun atas dasar pemikiran bahwa kebutuhan atau dorongan yang tidak disadari, terutama dorongan seksual dan dorongan biologis lainnya, merupakan inti dari motivasi dan kepribadian manusia. Didasarkan kepada analisisnya , Freud mengemukakan bahwa kepribadian manusia terdiri dari 3 sistem yang saling mempengaruhi yaitu id, super ego, dan ego.
Id dirumuskan sebagai “gudang” dari b erbagai dorongan primitif dan impulsif berupa kebutuhan fisiologis dasar seperti rasa haus, lapar, dan seks yang diusahakan individu untuk segera dipenuhi, terlepas dari bagaimana cara yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan itu. Sedangkan superego dirumuskan sebagai pernyataan diri individu mengenai moral dan kode etik yang berlaku di dalam masayarakat. Peran super ego adalah menjaga agar individu tersebut memuaskan kebutuhan dengan cara yang dapat diterima masyarakat. Terakhir, yaitu ego, merupakan pengendalian individu secara sadar. Fungsinya sebagai pemantau dalam diri manusia yang berusaha menyeimbangkan tuntutan id yang impulsif dengan kendala sosial buadaya atas superego.
Freud juga menekankan bahwa kepribadian individu dibentuk ketika ia melalui beberapa tahap khas perkembangan bayi dan masa kanak-kanak. Tahap-tahap ini terdiri dari tahap oral, anal, phallic, laten, dan genital. Menurut teori Freud, kepribadian orang dewasa ditentukan oleh seberapa baik dia menghadapi krisis yang dialami selama melalui setiap tahap ini.
Para peneliti yang menerapkan teori psikionalitis Freud pada studi kepribadian konsumen percaya bahwa dorongan pada manusia sebagian besar tidak disadari dan bahwa para konsumen terutama tidak menyadari alasan mereka yang sebenarnya atas pembelian suatu jenis barang / jasa tertentu. Para oeneliti ini cenderung memandang bahwa pembelian konsumen dan kepemilikan barang oleh konsumen sebagai cerminan dari kepribadian individu yang bersangkutan.
b.     Teori Kepribadian Neo-Freud
Penganut Neo-Freud percaya bahwa hubungan sosial menjadi dasar pembentukan dan pengembangan kepribadian. Alfred Adler memandang manusia berusaha supaya dapat mencapai berbagai sasaran yang rasional yang disebutnya gaya hidup. Dia juga banyak menekankan pada usaha individu untuk mengatasi perasaan rendah diri. Harry Stack Sullivan menekankan bahwa manusia terus menerus berusaha membangun hubungan yang berarti dan bermanfaat dengan orang lain. Ia terutama tertarik pada berbagai usah individu untuk mengurangi tekanan, seperti kegelisahan. Karen Horney juga memfokuskan pada pengaruh hubungan anak-orang tua, dan keinginan individu untuk mengatasi perasaan gelisah. Horney mengemukakan bahwa para individu dikelompokkan ke dalam 3 golongan kepribadian sebagai berikut :
a.      Individu yang Patuh : Individu yang patuh adalah mereka yang ingin mendekati orang lain (mereka ingin disayangi, dibutuhkan, dan diharapkan.
b.     Indivisu yang Agresif : Individu yang agresif adalah mereka yang ingin menjauhi orang lain (mereka ingin mengungguli dan dikagumi) Individu yang ingin lepas adalah mereka yang ingin lepas dari orang lain yang dulu berhubungan dengan dirinya (mereka menginginkan kebebasan, kepracayaan diri, mencukupi kebutuhan sendiri, dan bebas dari kewajiban).
Banyak pemasar menggunakan teori Neo-Freud ini secar intuitif. Misalnya jika seorang pemasar ingin memposisikan produk mereka sebagai produk yang memberikan kesempatan menjadi bagian dan dihargai orang lain dalam lingkkungan kelompok / sosial tertentu, maka pemposisian produk tersebut berdasarkan penggambaran karakterisitik individu yang patuh menurut Horney.
c.      Teori Sifat
Teori sifat merupakan awal penting berpisahnya dari pengukuran kualitatif yang menjadi ciri khas gerakan pengikut Freud dan Neo-Freud. Orientasi Teori Sifat terutama bersifat kuantitatif / empiris. Teori ini memfokuskan pada pengukuran kepribadian menurut karakteristik psikologis khusus yang disebut sifat. Sifat didefinisikan sebagai cara yang khas dan relatif bertahan lama yang dapat membedakannya.

DIMENSI KEPRIBADIAN

1)   Ekstraversi 
suatu dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang senang bergaul dan banyak bicara dan tegas. 

2)   Sifat Menyenangkan 
suatu dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang baik hati, kooperatif dan mempercayai. 

3)   Sifat Mendengarkan Kata Hati 
suatu dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang bertanggung jawab, dapat diandalkan, tekun dan berorientasi prestasi.

4)   Kemantapan Emosional 
suatu dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang tenang, bergairah,terjamin (positif), lawan tegang, gelisah,murung dan tak kokoh (negative). 

5)   Keterbukaan Terhadap Pengalaman 
suatu dimensi kepribadian yang emncirikan seseorang yang imajinatif, secara artistic peka dan intelektual.

GAYA HIDUP
Gaya hidup adalah konsep yg lebih baru dan lebih mudah terukur dibandingkan kepribadian Beberapa definisi gaya hidup menurut beberapa pakar adalah sebagai berikut :
§  Gaya hidup didefinisikan sebagai pola dimana orang hidup dan menggunakan uang dan waktunya (Engel, Blackwell dan Miniard, 1995).
§  Gaya hidup mencerminkan pola konsumsi yang menggambarkan pilihan seseorang bagaimana ia menggunakan waktu dan uang (Solomon, 1999).

Gaya hidup merupakan pola hidup yang menentukan bagaimana seseorang memilih untuk menggunakan waktu, uang dan energi dan merefleksikan nilai-nilai, rasa, dan kesukaan. Gaya hidup adalah bagaimana seseorang menjalankan apa yang menjadi konsep dirinya yang ditentukan oleh karakteristik individu yang terbangun dan terbentuk sejak lahir dan seiring dengan berlangsungnya interaksi sosial selama mereka menjalani siklus kehidupan.
Konsep gaya hidup konsumen sedikit berbeda dari kepribadian. Gaya hidup terkait dengan bagaimana seseorang hidup, bagaimana menggunakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu mereka. Kepribadian menggambarkan konsumen lebih kepada perspektif internal, yang memperlihatkan karakteristik pola berpikir, perasaan dan persepsi mereka terhadap sesuatu.
Gaya hidup seringkali digambarkan dengan kegiatan, minat, dan opini dari seseorang opini dari seseorang. Gaya hidup biasanya tidak permanen dan cepat berubah. Seseorang mungkin dengan cepat mengganti model dan merek pakaiannya karena menyesuaikan dengan perubahan hidupnya.
Gaya hidup yang diinginkan oleh seseorang mempengaruhi perilaku pembelian yang ada dalam dirinya, dan selanjutnya akan mempengaruhi atau bahkan mengubah gaya hidup individu tersebut.
Berbagai faktor dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang diantaranya demografi, kepribadian, kelas sosial, daur hidup dalam rumah tangga. Kasali (1998) menyampaikan beberapa perubahan demografi Indonesia di masa depan, yaitu penduduk akan lebih terkonsentrasi di perkotaan, usia akan semakin tua, melemahnya pertumbuhan penduduk, berkurangnya orang muda, jumlah anggota keluarga berkurang, pria akan lebih banyak, semakin banyak wanita yang bekerja, penghasilan keluarga meningkat, orang kaya bertambah banyak, dan pulau Jawa tetap terpadat.
PSIKOGRAFI merupakan suatu konsep yang terkait dengan gaya hidup. Psikografi merupakan variabel yang digunakan untuk mengukur gaya hidup, yang memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai untuk menganalisis data yang sangat besar. Bahkan sering kali istilah psikografi dan gaya hidup digunakan secara bergantian. Beberapa variabel psikografi adalah sikap, nilai, aktivitas, minat, opini, dan demografi. Analisis terhadap variabel-variabel psikografis telah banyak membantu pemasar untuk mengelompokkan konsumen berdasarkan kesamaan tertentu. Hal ini akan membantu penetapan strategi pemasaran agar sesuai dengan target konsumen.
Pengukuran psikografi dapat dilakukan dalam tingkat kespesifikan yang berbeda-beda. Pada satu sisi ekstrem terdapat pengukuran yang bersifat umum yang menyangkut cara-cara umum dalam menjalani kehidupan. Pada satu sisi ekstrem lainnya adalah pengukuran terhadap variabel secara spesifik.
Analisis psikografik sering juga diartikan sebagai suatu riset konsumen yang menggambarkan segmen kosumen dalam hal kehidupan mereka, pekerjaan dan aktivitas lainnya.Pendekatan psikografik sering dipakai produsen dalam mempromosikan produknya.
Kebanyakan pengukuran yang dilakukan terhadap psikografis menggunakan variabel-variabel sikap, nilai, demografis dan geografis untuk mengelompokkan konsumen berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu. Pengelompokan yang dilakukan terhadap wanita Inggris menurut gaya hidup yang dicerminkan dari kosmetik yang digunakan, tempat membeli, usia serta kelas sosial menghasilkan 6 kelompok konsumen yaitu self aware, fashion-directed, green goodness, conscience-stricken, dan dowdies. Pengelompokan lainnya dikenal dengan sistem VALS (6 kelompok), MONITOR Mindbase Yankelovich (8 kelompok), Analisis Geo-Demographis (PRIZM) (8 kelompok), dan Global Scan (5 kelompok).
MENGGUNAKAN KARAKTERISTIK GAYA HIDUP dalam STRATEGI PEMASARAN
Aplikasi Kepribadian, konsep diri, gaya hidup, psikografi dalam strategi pemasaran :

       I.            Segmentasi pasar sasaran
contoh : Pada produk susu mengidentifikasi beberapa kelompok gaya hidup konsumen, yaitu :
§  Konsumen yang menginginkan kesehatan dan kebutuhan gizinya terpenuhi
§  Kelompok konsumen yang sangat memperhatikan kandungan kadar lemak susu karena takut kegemukan
§  Konsumen yang mengkonsumsi karena kebiasaan saja

Berdasarkan ke tiga kelompok ini muncul dua produk yaitu:
Produk dengan kadar lemak dan kandungan gizi yang normal yang diperuntukkan kelompok ke satu dan ke tiga. Jenis produk kedua yaitu susu yang mempunyai kadar lemak yang rendah
   II.          Membantu dalam memposisikan produk di pasar dengan menggunakan iklan.
III.            Pemasar dapat menempatkan iklan produknya pada media-media yang paling cocok.
 IV.           Pemasar bisa mengembangkan produk sesuai dengan tuntutan gaya hidup mereka.
SUMBER :